Essay Antibakteri



Pemanfaatan madu hitam untuk antibakteri
Muhammad Anton Nor Ihza Abdillah

ABSTRAK
Pada masa lalu, madu digunakan sebagai pengawet tubuh para raja yang telah meninggal di daerah Mesir kuno. Manfaat madu banyak sekali, salah satunya adalah antimikroba Madu memiliki aktivitas antimikroba yaitu melawan peradangan dan infeksi. Madu hutan (madu organik) berwarna hitam pekat lebih baik daripada madu yang di budidaya. Sayangnya, masyarakat Indonesia sudah terbiasa konsumsi madu budidaya berwarna coklat cerah. Akibatnya, madu hutan dianggap sebagai madu palsu.
Madu adalah cairan kental yang dihasilkan oleh lebah dari nektar bunga. Madu juga merupakan suatu campuran gula yang dibuat oleh lebah dari larutan gula alami hasil dari bunga yang disebut nektar. Madu hitam pahit sangat aman dan dianjurkan terutama bagi penderita Diabetes Militus dalam membantu menormalkan gula darah tinggi, karena kadar Glukosa nya. Madu mengandung air, glukosa, fruktosa, sukrosa, asam lemak, mineral, vitamin, asam organik dan berbagai enzim dan zat yang berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen baik Gram positif maupun Gram negatif penyebab penyakit infeksi.
Kata kunci : antibakteri

Pendahaluan
A.    Latar belakang
Pada zaman dahulu banyak orang memanfaatkan lebah untuk diambil madunya, Hal ini terbukti dengan adanya pembudidayaan lebah madu di beberapa tempat di Indonesia. Saat ini ada sekitar tujuh spesies lebah madu yang dikenal dengan sekitar 44 subspesies. Semua spesies ini termasuk dalam genus Apis. Mereka memproduksi dan menyimpan madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Selain itu mereka juga membuat sarang dari lilin, yang dihasilkan oleh para lebah pekerja di koloni lebah madu. Lebah madu yang ada di alam Indonesia adalah A. andreniformis, A. cerana dan A. dorsata, serta khusus di Kalimantan terdapat A. koschevnikovi. Lebah madu telah di kenal oleh manusia sejak jaman budaya-budaya kuno beberapa ribu tahun yang lalu.
Khasiat madu hitam yang dapat mengurangi risiko penyakit seperti stroke, jantung, asma, kropos tulang, penyumbatan gastrik lambung, kanker, kista, pektay, perangsang hormon, ejakulasi dini pria & wanita, mengeraskan penis, penguat daya ingat, pelangsing, efek negatif akibat merokok serta menundaan penuaan dini. Khasiat madu hitam pahit dengan kandungan Alkaloid yang tinggi atau mengandung anti infeksi dan Antibiotik alaminya, menjadikan Madu ini sebagai obat alternatif yang terbaik untuk membantu dan mempercepat proses penyembuhan penyakit kronis. Madu hitam pahit sangat aman dan dianjurkan terutama bagi penderita Diabetes Militus dalam membantu menormalkan gula darah tinggi, karena kadar Glukosa nya.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu antibakteri ?
2.      Apa saja yang dapat dilakukan Antibakteri ?


Pembahasan

Antibakteri adalah zat yang dapat mengganggu pertumbuhan atau bahkan mematikan bakteri dengan cara mengganggu metabolisme mikroba yang merugikan. Mikroorganisme dapat menyebabkan bahaya karena kemampuan menginfeksi dan menimbulkan penyakit serta merusak bahan pangan. Antibakteri termasuk kedalam antimikroba yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri.
Penyakit infeksi merupakan salah satu penyebab penyakit terutama di daerah tropis seperti Indonesia karena keadaan udara yang berdebu, temperatur yang hangat, dan lembab sehingga mikroba dapat tumbuh subur. Keadaan tersebut ditunjang dengan keadaan sanitasi yang buruk lebih memudahkan penyakit infeksi semakin berkembang (Watimenna, 1991).
            Senyawa antibakteri dapat bekerja secara bakteriostatik, bakteriosidal, dan bakteriolitik (Pelczar dan Chan, 1993). Menurut Madigan dkk. (2000), berdasarkan sifat toksisitas selektifnya, senyawa antimikrobia mempunyai 3 macam efek terhadap pertumbuhan mikrobia yaitu:
1.      Bakteriostatik memberikan efek dengan cara menghambat pertumbuhan tetapi tidak membunuh. Senyawa bakterostatik seringkali menghambat sintesis protein 8 atau mengikat ribosom. Hal ini ditunjukkan dengan penambahan antimikrobia pada kultur mikrobia yang berada pada fase logaritmik. Setelah penambahan zat antimikrobia pada fase logaritmik didapatkan jumlah sel total maupun jumlah sel hidup adalah tetap.
2.      Bakteriosidal memberikan efek dengan cara membunuh sel tetapi tidak terjadi lisis sel atau pecah sel. Hal ini ditunjukkan dengan penambahan antimikrobia pada kultur mikrobia yang berada pada fase logaritmik. Setelah penambahan zat antimikrobia pada fase logaritmik didapatkan jumlah sel total tetap sedangkan jumlah sel hidup menurun.
3.      Bakteriolitik menyebabkan sel menjadi lisis atau pecah sel sehingga jumlah sel berkurang atau terjadi kekeruhan setelah penambahan antimikrobia. Hal ini ditunjukkan dengan penambahan antimikrobia pada kultur mikrobia yang berada pada fase logaritmik. Setelah penambahan zat antimikrobia pada fase logaritmik, jumlah sel total maupun jumlah sel hidup menurun.
Penutup
A.    Kesimpulan
Antibakteri adalah zat yang dapat mengganggu pertumbuhan atau bahkan mematikan bakteri dengan cara mengganggu metabolisme mikroba yang merugikan. Senyawa antibakteri dapat bekerja secara bakteriostatik, bakteriosidal, dan bakteriolitik
B.     Saran
Kepada praktisi agar tetap melakukan uji coba agar dapat mendalami antibakteri lebih dalam lagi.

Referensi
Madigan, M. T., Martinko, J. M., Parker, J., 2000, Brock Biology of Microorganisms, Ninth Edition, Prentice-Hall, London
Pelczar, J. M., Chan, E. C. S., Krieg, R. N., 1993, Microbiology: Concepts and Applications, International Edition, McGraw-hill Inc., USA
Wattimena. (1991). Farmakodinamik dan terapi antibiotik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer