AKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR FRAKSI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe pinnata) [Lam.] Pers.
Muhammad Anton Nor Ihza Abdillah
ABSTRAK
Daun Kalanchoe pinnata dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif oleh masyarakat Indonesia, misalnya sebagai penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ketiga fraksi (fraksi polar, semi polar dan non polar) memiliki aktivitas penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan. Mengunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu ® kontrol positif (Bioplacenton ), kontrol negatif (Basis Gel) dan tiga kelompok variasi fraksi (fraksi polar, semi polar dan non polar). Punggung tikus diinduksi o logam panas dengan diameter 2x2 cm dan dengan suhu 100 C selama 30 detik. Pengamatan diameter luka dilakukan pada hari ke 3,6,9,12 dan 15. Data digunakan untuk menghitung parameter penurunan diameter luka bakar. Fraksi polar daun cocor bebek dengan konsenterasi 1,29%, Fraksi semi polar 0,05% dan fraksi non polar 0,03% dalam sediaan gel, ketiganya memiliki aktivitas penyembuhan luka bakar dimulai dari hari ke 12. Kata Kunci : Kalanchoe pinnata [Lam.] Pers., luka bakar, cocor bebek, aktivitas fraksi.  

Pendahuluan

A.    Latar belakang
Cocor bebek (Kalanchoe pinnata [Lam.] Pers.) merupakan salah satu tumbuhan yang telah banyak dimanfaatkan sebagi obat. Ekstrak etanol dari daun cocor bebek mengandung zat aktif yaitu glikosida steroid, senyawa saponin, tanin, dan flavonoid. Daun ini bisa dimanfaatkan sebagai penyejuk, antiseptik, astringen, dan anti radang, menghentikan perdarahan, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan luka (Putri dkk. 2014). Selain itu tanaman ini dapat digunakan untuk mengatasi bisul, korengan, pembengkakan payudara, memar, tulang patah, rematik, wasir, buang air kecil kurang lancar, datang bulan (haid) tidak lancar, diare, peluruh dahak, penurun panas, radang amandel, radang telinga tengah, batuk darah, luka berdarah, terbakar dan tersiram air panas (Raina 2011). Hasil penelitian Hasyim dkk. 2012 ekstrak etanol 96% daun cocor bebek dinyatakan memiliki efektivitas gel luka bakar dengan dosis efektif 2,5%, dalam penelitian ini akan dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pada fraksi polar, semi polar dan non polar dari ekstrak etanol 96% daun Cocor Bebek apakah memiliki aktivitas sebagai penyembuhan luka bakar dan pada fraksi manakah yang memiliki aktivitas lebih baik sebagai penyembuhan luka bakar. Proses fraksinasi dilakukan dengan cara ekstraksi caircair menggunakan pelarut polar etanol 96%, semi polar etil asetat dan non polar n-Heksan untuk memisahkan senyawa-senyawa aktif pada daun cocor bebek yang bermanfaat sebagai penyembuhan luka bakar dilihat dari sifat polaritas senyawa tersebut.
B.     Rumusan masalah
1.      Apa itu daun cocor bebek ?
2.      Apa manfaat daun cocor bebek ?
Pembahasan
Cocor bebek (Kalanchoe pinnata [Lam.] Pers.) merupakan salah satu tumbuhan yang telah banyak dimanfaatkan sebagi obat. Ekstrak etanol dari daun cocor bebek mengandung zat aktif yaitu glikosida steroid, senyawa saponin, tanin, dan flavonoid. Daun ini bisa dimanfaatkan sebagai penyejuk, antiseptik, astringen, dan anti radang, menghentikan perdarahan, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan luka (Putri dkk. 2014).
Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata [Lam.] Pers.) berkhasiat sebagai penyembuhan luka bakar. Hasyim dkk (2012) menyatakan bahwa gel esktrak etanol daun cocor bebek mempunyai efek terhadap penyembuhan luka bakar pada pemberian konsentrasi 2,5%. Pada ekstrak etanol memiliki khasiat sebagai penyembuhan luka bakar, maka dilakukan pembuktian bahwa fraksi polar, semi polar dan non polar dari ekstrak etanol daun cocor bebek memiliki aktivitas sebagai penyembuhan luka bakar. Pada penelitian kali ini daun cocor bebek akan dibuat fraksi, kemudian fraksi polar, semi polar dan non polar tersebut dicampur dengan basis gel. Selanjutnya akan dilakukan uji aktivitas fraksi polar, semi polar dan non polar dari ekstrak etanol 96% daun cocor bebek dalam bentuk sediaan gel sebagai penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan.
Penutup
A.    Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa sediaan gel fraksi polar daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata [Lam.] Pers.) 1,29% memiliki aktivitas sebagai penyembuhan luka bakar
B.  Saran
Kepada praktisi agar tetap melakukan penelitan yang lebih dalam lagi.

Referensi
Hasyim N, dkk. 2012. Formulasi dan Uji Efektivitas Gel Luka Bakar Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata L.) pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus). Skripsi. Fakultas Far masi Universitas Hasanuddin, Makassar.
Putri SA, dkk. 2014-2015. Efek Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata [Lam] Pers.) terhadap Waktu Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar. Skrip
Raina, 2011. Ensiklopedia Tanaman Obat untuk kesehatan, Absolut Jogja, Yogyakarta.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer